Studi Kasus 8: Perhitungan Komisi Sales Bertingkat
Ringkasan
Studi kasus ini melatih kamu menghitung komisi sales bertingkat, di mana persentase komisi berbeda-beda tergantung pencapaian target penjualan. Kamu akan menggunakan rumus IF bertingkat (nested IF) untuk menentukan tingkatan komisi tiap sales berdasarkan total penjualannya, lalu menghitung nominal komisi yang harus dibayarkan. File latihan (2 sheet: Soal Kosong dan Soal Terisi) sudah tersedia di lampiran artikel ini.
Penjelasan Detail
Susun Data Penjualan Sales. Buat tabel berisi Nama Sales dan Total Penjualan sebagai data dasar sebelum menghitung komisi.
Tentukan Tingkatan Komisi. Buat aturan tingkatan, misalnya di bawah Rp10 juta 5%, Rp10-20 juta 8%, dan di atas Rp20 juta 12%.
Gunakan IF Bertingkat (Nested IF). Susun rumus nested IF dari kondisi tertinggi ke terendah untuk menentukan persentase komisi tiap sales.
Hitung Nominal Komisi. Kalikan Total Penjualan dengan persentase komisi hasil nested IF untuk mendapatkan nominal komisi tiap sales.
Hitung Total Komisi Keseluruhan. Gunakan SUM untuk menjumlahkan seluruh nominal komisi sebagai laporan akhir ke manajemen.
Tips Persiapan Tes
Pahami logika nested IF dari kondisi tertinggi terlebih dahulu agar urutan syarat tidak tertukar.
Latih penulisan rumus nested IF secara berurutan dan jangan melompati satu kondisi pun.
Cek batas syarat tiap tingkatan komisi (>= atau >) agar tidak salah mengelompokkan sales.
Download
Studi Kasus 8 Komisi Sales Bertingkat.xlsx9.6 KBKesimpulan
Perhitungan komisi bertingkat dengan nested IF adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang bekerja di bidang sales atau finance, karena skema komisi di dunia kerja jarang berupa persentase tunggal yang sama untuk semua orang. Boss Excel yakin setelah menguasai studi kasus ini, kamu bisa menyusun rumus komisi bertingkat apa pun dengan percaya diri, baik saat tes kerja maupun ketika menangani laporan komisi sales yang sesungguhnya.